archives

pesawat merpati

This tag is associated with 5 posts

2012, Merpati Operasikan 17 Boeing Klasik

pesawat merpati airlines

Pesawat jet ARJ 21-700 yang dipesan pada Februari baru akan mulai tiba pada 2014.

VIVAnews – Di tengah kondisi keuangan yang sedang sulit, PT Merpati Nusantara Airlines akan mengoperasikan 17 pesawat Boeing 737 klasik berbagai jenis hingga akhir 2012. Sedangkan pesawat jet ARJ 21-700 yang dipesan pada Februari akan mulai tiba pada 2014.

Direktur Operasional Merpati, (Capt) Asep Eka Nugraha menjelaskan saat ini Merpati mengoperasikan sembilan unit Boeing 737 yang terdiri dari dua 737-400, lima 737-300, satu 737-500, dan satu unit 737-200. “Totalnya 28 pesawat yang terdiri dari sembilan pesawat jet Boeing, 14 unit MA-60, dua CASA 212, dan tiga Twin Otter,” katanya di Jakarta, Rabu malam.

Dia menjelaskan, pada tahun ini tambahan pesawat Boeing 737 klasik akan mulai datang secara bertahap hingga berjumlah 17 unit. Pesawat itu terdiri dari sembilan unit milik Merpati dan delapan pesawat sewa. Dengan tambahan armada jet tersebut, Merpati menargetkan pendapatan tahun ini Rp3,5 triliun dengan menerbangkan 5,5 juta orang.

Sedangkan pesawat jet ARJ 21-700 buatan Commercial Aircraft Corp of China Ltd (Comac) dan Avic International Holding Corp berkapasitas 100 penumpang baru akan tiba bertahap 10 unit per tahun pada 2014 hingga 2017.

Selain menambah armada, Merpati juga melakukan pembenahan internal dengan rencana untuk meningkatkan on time performance dan tingkat load factor Merpati melalui berbagai program. Merpati menjanjikan penumpang tiket gratis jika pesawat mengalami delay lebih dari tiga jam, satu jam lebih cepat dari aturan Kepmenhub Nomor 77 tahun 2011.

Selain itu, Merpati juga mengadakan undian berhadiah mobil dan gadget bagi penumpang. Undian ini sebagai salah satu cara Merpati meningkatkan load factor dari 74 persen menjadi 85 persen. (eh)

sumber :
http://bisnis.vivanews.com/news/read/300086-2012–merpati-operasikan-17-boeing-klasik

Merpati Siap Bersaing dengan Pesawat Baru

pesawat merpati nusantara

JAKARTA (Suara Karya): Maskapai penerbangan nasional, PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati), siap berkompetisi dengan pesawat baru kelas medium atau sub-100 seater pada sejumlah rute kawasan timur dan barat Indonesia. Pesawat baru yang makin populer di industri penerbangan itu sangat efektif dan efisien dalam melayani penumpang karena memiliki kemampuan mendarat pada landasan 1.400 meter, yang tidak mungkin didarati pesawat berbadan lebar.

Direktur Utama Merpati Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan, kebijakan tersebut sudah tepat, dan perseroan tidak ragu jika nantinya berhadapan dengan Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, atau Lion Air di segmen tersebut. Selain pesawat sub 100 seater, Merpati juga mengoperasikan pesawat-pesawat jet, seperti Boeing dan Airbus.

“Kami sudah siap, maka diputuskan untuk fokus di sub-100 seater karena secara alami pesawat tipe propeller akan tergusur ke area yang lebih terpencil. Karena itu, kita mulai dengan membeli 40 pesawat jet ARJ 21-700 berkapasitas 100 tempat duduk buatan China senilai total 1,2 miliar dolar AS,” katanya di Jakarta, Kamis (8/3).

Dia juga yakin Merpati masih memiliki pasar yabg kuat. Ini mengingat jaringan rute dan kepercayaan masyarakat pengguna jasa menjadi aset yang bisa diandalkan dan dimaksimalkan untuk mendorong kinerja perusahaan.

Menurut dia, pembelian pesawat jenis tersebut merupakan salah satu strategi manajemen untuk bisa bangkit dan telah dirintis sejak dua tahun silam. Pada 2010. lanjut dia, perseroan menawarkan tiga strategi ke pemerintah agar bertahan, yakni survival of the fit, competition in harmony, atau merger. “Melihat kenyataan, berkompetisi tidak bisa secara harmonis dengan Garuda, merger pun tak bisa dengan perusahaan seperti Batavia Air, tentu harus siap bersaing,” ujarnya.

Lebih jauh dia mengatakan, dalam menggarap pasar sub-100 seater harus dipahami strategi yang digunakan oleh maskapai. Pertama, sebagai komplimen untuk mengisi frekuensi yang ada dan kedua, membuka pasar baru. “Bagi Merpati sub-100 adalah masa depannya untuk menghadapi era open sky 2015 nanti. Sebagai perusahaan, Merpati masih menjanjikan karena selalu tumbuh 20 persen,” katanya.

Tercatat untuk pengadaan pesawat ada 40 pesawat ARJ milik Merpati mulai datang pada 2013 sebanyak empat unit, sisanya akan datang bertahap hingga 2017. Pada 2017, Merpati akan memiliki 75 unit pesawat. Pada saat ini, Merpati memiliki 35 pesawat dan 25 di antaranya yang beroperasi, sedangkan pesawat-pesawat yang beroperasi tersebut, yakni Boeing 737 series lima unit, Twin Otter (5), Cassa (2), Fokker 100 (1), B 737-200 (1), dan MA 60 (11).

Seperti diketahui, PT Garuda Indonesia Tbk baru-baru ini mengeluarkan dana sekitar 2 miliar dolar AS untuk mendatangkan sekitar 36 unit armada CRJ 1000 NextGen dari Bombardier Aerospace, Kanada. Pesawat-pesawat itu akan menggarap segmen penumpang Sub-100 dan memperkuat posisi di pasar regional dan domestik.

Sedangkan Lion Air mengikat kerja sama dengan pabrikan ATR asal Prancis senilai 610 juta dolar AS untuk membeli 27 pesawat ATR 72-600s. Sebelumnya, maskapai ini sudah memborong 33 ATR, sehingga genap menjadi 60 unit hingga akhir 2014.

Sementara pada tahun lalu, Sriwijaya Air secara resmi memesan 20 pesawat jet Embraer 190 (E 190) dengan hak untuk pembelian lebih dari 10 unit. Nilai total dari perjanjian kesepakatan sesuai daftar harga yaitu sebesar 856 juta dolar AS. Jika semua hak atas pembelian tersebut direalisasikan akan mencapai 1,28 miliar dolar AS.

Saat ini, Merpati tengah menyiapkan rencana bisnis untuk bisa privatisasi pada 2018. “Kita sudah siapkan rencana bisnis sejak dua tahun lalu. Dari 2010 hingga 2018 itu ada tahapannya yang akan dijalani perseroan menuju privatisasi,” kata Jhony.

Namun tercatat pada tahun lalu, pemerintah mencairkan dana penyertaan modal negara kepada Merpati sebesar Rp 561 miliar. Dana itu digunakan untuk membayar utang kepada Pertamina atas pemakaian bahan bakar avtur dan merevitalisasi armada. ana subsidi tahun ini akan dipergunakan untuk subsidi operasi sebesar Rp 279,19 miliar dan subsidi BBM sebesar Rp 17,27 miliar. (Syamsuri S)

sumber :

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=298896

Merpati Targetkan Pendapatan Rp 2,1 Triliun

SEMARANG, suaramerdeka.com – PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) menargetkan pendapatan sebesar Rp 2,1 triliun sepanjang 2012. Maskapai pelat merah ini optimis peningkatan target akan ditopang dari ekspansi pengadaan pesawat dan pembukaan rute-rute baru.

Senior Vice President Sales dan Revenue Management Division PT Merpati Nusantara Airlines, Sugiharto mengatakan, dengan adanya ekspansi perseroan menargetkan jumlah penumpang dapat naik 7,84% menjadi 5,5 juta penumpang dari sebelumnya di 2011 sebanyak 5,1 juta penumpang. “Kami optimistis target jumlah penumpang tahun ini bisa tercapai karena pembukaan rute serta bertambahnya armada baru. Target kami load factor tahun ini bisa naik mencapai 85%, dibanding tahun lalu yang hanya 75%,” katanya usai penyambutan penerbangan perdana rute Semarang-Jakarta di Bandara Internasional A Yani, hari ini.

Saat ini Merpati memiliki 35 pesawat, dan yang beroperasi hanya 25 unit. Pesawat-pesawat yang beroperasi tersebut adalah Boeing 737 series lima unit, Twin Otter lima unit, Cassa dua unit, Fokker 100 satu unit, Boeing 737-200 satu unit, dan MA 60 sebanyak 11 unit. “Pesawat-pesawat tersebut akan digunakan untuk menghidupkan kembali rute-rute yang sempat dihentikan karena kekurangan armada, diantaranya rute Ujung Pandang-Sorong, Ambon-Jayapura, Jakarta-Ampenan, Medan-Surabaya, dan Pontianak-Ujung Pandang,” ujarnya.

Menurut dia, dibukanya kembali rute Semarang-Jakarta yang sempat ditutup pada 2004, merupakan respon terhadap pasar Semarang yang begitu potensial. Tercatat 2.500 orang terbang dari Semarang ke Jakarta tiap harinya. “Kami akan menghubungkan Semarang ke beberapa kota di Sumatera dan Kalimantan seperti Tanjung Karang, Pangkal Pinang dan Bengkulu,” terangnya.

Rute Semarang-Jakarta akan dilayani oleh pesawat jenis Boeing 737 seri 400 dengan kapasitas 148 kursi. Jadwal keberangkatan dari Bandara Internasional Ahmad Yani pukul 16.35, sedang dari terminal 2F Bandara Soekarno Hatta pukul 15.00 dengan harga tiket mulai Rp 200.000.

Merpati juga akan membuka penerbangan terusan Semarang-Jakarta-Makassar, Semarang-Jakarta Biak, Semarang-Jakarta-Jayapura, dan Semarang-Jakarta-Merauke. Rencananya April nanti Merpati juga akan membuka rute penerbangan Jakarta-Semarang-Pangkalan Bun PP, serta Semarang-Jakarta-Pekanbaru-Medan-Batam dengan pesawat Boeing 737. “Di awal Maret kami telah membuka rute Tanjungkarang-Pangkal Pinang, dan Tanjungkarang-Bengkulu,” kata Sugiharto.

sumber :

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/03/16/112641/Merpati-Targetkan-Pendapatan-Rp-21-Triliun

Merpati Nusantara Mulai Bangkit

miniatur pesawat merpati

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) yang terus menerus dirundung kerugian dan nyaris bangkrut, kini mulai bangkit dari keterpurukan. Perusahaan BUMN ini yakin akan dapat keluar dari beban kerugian dan belitan utang. Bahkan mulai tahun ini, Merpati berambisi meraih pendapatan hingga Rp 3,6 triliun.

Dirut Merpati Sardjono Jhonny Tjitrokusumo menyampaikan terimakasih kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan yang terus mendorong dan memberikan keyakinan bahwa Merpati bisa memperbaiki kinerjanya melalui berbagai pembenahan yang telah disusun.

“Kami optimis. Kita sudah mulai bangkit dari keterpurukan. Semua ini tidak lepas dari dukungan dan komitmen Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan, yang terus memberi semangat di tengah rasa frustrasi yang sempat menyelimuti, mengingat himpitan beban besar yang harus ditanggung maspakai ini,” ujar Jhony, Senin (20/2).

Selama ini Merpati harus menelan kerugian besar sampai miliaran rupiah. Biaya operasional tidak tertutup oleh pendapatan. Akibatnya untang Merpati menumpuk. Sewa pesawat kepada lessor yang tidak terbayar. Bahkan utang untuk pembelian bahan bakar aftur ke Pertamina juga terpaksa utang.

Menurut Jhony, dana talangan yang disuntikan Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebesar Rp 561 miliar merupakan suntikan darah segar bagi Merpati. Dengan dana talangan itu, Merpati dapat mengatasi satu persatu kesulitan keungan yang dialaminya. “Adanya dana itu menjadi semangat baru bagi Merpati untuk bangkit. Ini merupakan tonggak kebangkitan Merpati,” tandas Jhony.

Seperti yang diketahui, di tengah kesulitan membayar utang kepada Pertamina, Merpati Nusantara Airlines memperoleh pinjaman berupa dana talangan sebesar Rp561 miliar dari PPA. Dana talangan itu sifatnya hanya sementara dan akan diganti setelah dana penyertaan modal negara (PMN) dari APBN-P 2011 sebesar Rp 561 miliar untuk Merpati cair.

Dari dana talangan sebesar Rp561 miliar yang telah diterima Merpati tersebut, yang sudah terpakai sebesar Rp 260 miliar. Dana tersebut dipakai untuk revitalisasi pesawat. “Yang sudah dipakai kurang lebih Rp260 miliar untuk penguatan operasional dan revitalisasi pesawat,” katanya.

Dalam kesempatan kemarin Jhony juga mengungkapkan, pelaksanaan restrukturisasi utang sudah mulai berjalan dan ada progres yang bagus. Sejumlah utang terhadap beberapa perusahaan sudah selesai dibayar. “Restruksturisasinya sekarang dalam on progress, beberapa perusahaan sudah selesai kita restruct, dan beberapa perusahaan sedang berjalan,” kata jelas Jhonny.

Beberapa perusahaan yang sekarang dalam perkembangan untuk pelunasan utang di antaranya adalah PT Pertamina (Persero), PT Garuda Indonesia Airlines Tbk, dan PT PAN. “Yang sudah selesai itu dengan beberapa lessor dan vendor,” ujarnya.

Sementara mengenai strategi untuk menaikan pendapatan hingga mencapai Rp 3,6 triliun, Merpati akan menaikan jumlah penumpang yang diangkut. Sepanjang tahun 2012 ditargetkan mengangkut 5,5 juta penumpang. Untuk mendukung rencana tersebut, Merpati akan mengerahkan armada sebanyak 36 pesawat dan 17 pesawat Boeing B737-400.

“Kami ingin tahun ini operasikan 17 Boeing B737-400, karena pesawat-pesawat jet seperti inilah yang bisa berkontribusi besar menambah penumpang,” ujar tambah Jhony.

Selain itu, Merpati juga membeli 40 unit pesawat jet 100 seater ARJ 21-700. Semua stategi ini akan dijalakan, sehingga diharapkan laba bersih sebesar Rp 67 miliar akan didapat Merpati tahun ini. (tribunnews/jar)

sumber :

http://www.tribunnews.com/2012/02/21/merpati-nusantara-mulai-bangkit

Merpati Nusantara Beli 40 Pesawat Jet

pesawat merpati nusantara

JAKARTA, KOMPAS.com – Maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) membeli 40 unit pesawat Jet 100 seater ARJ 21-700, yang dinilai sangat ekonomis dalam melayani penerbangan hub and spoke dalam negeri, dengan range fully loaded 2.000 nautical miles (3.700 km/ 2.300 mil) ER.

Pembelian pada hari pertama Singapore Airshow di Changi International Airport 14 Februari 2012 lalu itu ditandai dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) atau nota kesepahaman antara Merpati dengan AVIC International Holding Corporation, Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd (COMAC) dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

“Turut hadir menyaksikan penandatanganan MoU tersebut, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan, Dirjen Perhubungan Udara Hery Bakti, Direktur Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Diding Sunardi, Mantan KSAU Marsekal Purn. Chappy Hakim serta artis Deddy Mizwar sebagai Brand Ambassador Merpati,” sebut SPV Corporate Secretary Merpati Imam T. Jakfar, dalam siaran pers Selasa (21/02/2012).

Merpati tidak mau kehilangan momentum dan kesempatan serta kepercayaan pemerintah, pasca penyelamatan dari ambang kebangkrutan. Bahkan Merpati tidak hanya terpaku dengan Penyertaan Modal Negara (PNM) dari pemerintah, sebesar 561 miliar rupiah, tetapi mencari solusi pembelian pesawat anyar, dengan menggandeng produsen pesawat dari China dan melibatkan industri penerbangan dalam negeri, untuk memproduksi pesawat jet baru jenis AR 21-700.

Sesuai Grand Design Business Plan Merpati yang memiliki jaringan transportasi udara yang tersebar luas di Indonesia, Merpati bergerak cepat memperkuat armadanya, untuk mendukung operasi dan penguatan bisnis.

Menurut Imam, dalam pembelian 40 unit ARJ 21-700, Merpati mempersyaratkan offset untuk PTDI, sehingga dalam produksinya nanti, akan melibatkan PTDI dalam penyediaan 40 persen kandungan lokal (local content) berupa paket-paket kerja, yang akan disepakati dalam kontrak antara AVIC, COMAC dan Merpati.

Sedangkan PTDI sebagai perusahaan negara dengan kemampuannya menghasilkan produk aeronautika, sangat berkepentingan untuk mengembangkan kerjasama industri strategis dengan AVIC dan COMAC. “Tentu ini merupakan kerjasama saling menguntungkan, dalam pertimbangan pengembangan jaringan transportasi udara yang aman, handal, kuat dan ekonomis serta pengembangan industri penerbangan Indonesia,” tandas Imam.

Guna merealisasikan pembelian 40 unit ARJ 21-700, AVIC dan COMAC akan mengupayakan tersedianya dukungan keuangan terjangkau dan kompetitif dari Pemerintah China, sekaligus memberikan Merpati (MNA) kondisi komersial terbaik dan pelanggan penerima peluncuran perdana pesawat ARJ 21-700.

“Tugas MNA menyiapkan dan menyediakan studi kelayakan penggunaan pesawat ARJ 21-700 untuk pengembangan usahanya, menyiapkan tim khusus untuk melakukan evaluasi teknis, operasional dan komersial, serta aspek hukum terkait peraturan penerbangan di Indonesia,” papar Imam.

Pihak PTDI sendiri akan segera mempersiapkan dan mengirim ahli untuk pertukaran kunjungan ke fasilitas COMAC, sekaligus membuat kajian dan evaluasi, dengan tujuan membangun kerjasama industri penerbangan yang saling menguntungkan.

Skema kerjasama pengadaan 40 unit armada ARJ 21-700 pesanan Merpati, dijadwalkan terkirim secara bertahap dalam kurun waktu 4 tahun. Dengan asumsi pengiriman 10 unit setiap tahun, maka terhitung pengiriman mulai tahun 2014, maka semuanya terpenuhi pada 2017.

sumber :

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/02/21/07191159/Merpati.Nusantara.Beli.40.Pesawat.Jet

social

RSS artikel menarik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 133 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: