archives

Harga Tiket Pesawat

This category contains 11 posts

Harga Tiket Pesawat di Manokwari Meningkat

Harga Tiket Pesawat di Manokwari Meningkat

Metrotvnews.com, Manokwari: Harga tiket pesawat jelang libur Natal dan Tahun Baru di Manokwari, Papua Barat, naik hingga 80 persen. Meski demikian jumlah penumpang tidak mengalami penurunan.

Baca lebih lanjut

Jelang Libur Natal, Harga Tiket Pesawat Meroket

Jelang Libur Natal, Harga Tiket Pesawat Meroket

Liputan6.com, Jakarta : Jelang libur Natal dan Tahun Baru 2013, stasiun kereta api dan bandara terus dipadati penumpang. Tiket pun laris manis terjual.

Salah satunya, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Dipadati calon penumpang yang hendak liburan ke kampung halaman.

Baca lebih lanjut

Wisatawan Lirik Korea karena Terdorong Tiket Pesawat Murah

Wisatawan Lirik Korea karena Terdorong Tiket Pesawat Murah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Hasil penelitian Skyscanner menemukan fakta kenaikan luar biasa untuk pencarian negara-negara seperti Korea Selatan (475%), Uni Emirat Arab (298%), Taiwan (281%), Hong Kong (263%) dan Belanda (237%) dibanding tahun lalu yang dilakukan Indonesia.

Baca lebih lanjut

Jelang Natal dan Tahun Baru, harga tiket pesawat melambung

Jelang Natal dan Tahun Baru, harga tiket pesawat melambung

Harga tiket pesawat udara untuk rute Medan-Jakarta dan sebaliknya melonjak menjelang Natal dan Tahun Baru 2013. Kenaikannya bahkan sudah lebih 100 persen dari harga normal.

Baca lebih lanjut

Harga Tiket Pesawat Jelang Libur Sekolah Masih Normal

Medan, (Analisa). Harga tiket pesawat di Bandara Polonia Medan jelang hari libur sekolah masih normal. Hal ini dikatakan salah seorang ticketing Happy Travel,Muhammadsyah Damanik, Kamis (3/5).
Harga tiket masih normal.Belum ada pengaruh jelang libur sekolah. Walaupun ada selisih namun masih berada di kisaran harga standar tiket termurah,”ujarnya.

Untuk tiket termurah Lion Air atau kelas X dari Medan ke Jakarta sekitar Rp.500 ribu.Sedangkan untuk kelas yang mahal atau kelas Y dipatok dengan harga Rp.2 juta. Untuk tiket Garuda Indonesia Airlines (GIA) tujuan Medan-Jakarta pada kelas X harga tiket sekitar Rp.987 ribu. Sedangkan untuk kelas bisnis dipatok dengan harga sekitar Rp.4 juta.

Masih menurut Muhammadsyah, harga tiket tesebut berfluktuasi.Kalau pun ada selisih harga dari harga yang standar sekitar Rp.50 ribu sampai Rp.100 ribu.

Salah seorang penumpang Sriwijaya Air dengan tujuan Jakarta R. br Pasaribu mengatakan harga tiket yang didapatnya relatif murah.Dirinya memesan tiket seminggu sebelum kerangkatan ke Medan.Untuk tiket pulang pergi dari Jakarta-Medan kembali ke Jakarta dikenakan biaya Rp 1,1 juta.

“Saya dapat tiket yang lumayan murah.Saya pesan tiket pulang pergi biayanya sekitar Rp.1,1 juta,”tukasnya.

Adapun tujuan dirinya ke Medan untuk menghadiri resepsi pernikahan saudaranya dan menjenguk orang tuanya yang masih tinggal di Medan.Sedangkan dirinya,sejak tahun 1972 sudah tinggal dan menetap di Jakarta.

“Saya kesini (Medan-red) untuk menghadiri pernikahan anak adik saya.Kebetulan orang tua saya juga masih ada di sini.Jadi saya juga sekaligus mengunjungi orang tua saya,”jelasnya.

Hal yang sama dirasakan penumpang Lion Air dengan tujuan Banjarmasin Pane Pasaribu yang mengatakan harga tiket pesawat yang didapatnya tergolong murah sekitar Rp.1,1 juta.

Pane yang sedikit agak kesal karena pesawat yang akan di tumpanginya mengalami penundaan penerbangan belum merasa ada kenaikan yang drastis pada harga tiket .

“Lumayan terjangkau tiket yang saya dapat.Karena dari Medan pesawat yang saya tumpangi transit terlebih dahulu ke Jakarta,setelah itu dilanjutkan keBanjarmasin,”katanya.

Pane yang juga seorang buruh lepas mengatakan dirinya pergi ke Banjarmasin untuk bekerja pada proyek pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

Dia berangkat dari rumahnya sejak pukul 05.00 Wib supaya tidak telat chek in sekitar pukul 08.00 Wib.

Sekitar pukul 07.00 Wib dirinya tiba di Bandara Polonia.Setelah sejam menunggu dirinya mendapat informasi bahwa keberangkatannya ditunda sampai pukul 12.00 Wib.Sementara itu ke tujuh temannya yang lain belum tiba di Polonia.

“Saya dari jam 07.00 Wib sudah di Polonia.Sudah hampir 4 jam lamanya saya menunggu di sini. Teman-teman saya yang lain memang penduduk Medan.Jadi mereka tidak perlu terburu-buru untuk ke Polonia,”ujarnya.(yy)

sumber :

http://www.analisadaily.com/news/read/2012/05/04/49154/harga_tiket_pesawat_jelang_libur_sekolah_masih_normal/#.T6NzhtlROS8

Maskapai Penerbangan Naikkan Harga Tiket Promo

pesawat terbang

TRIBUNNEWS.COM, JAMBIHarga minyak dunia yang terus mengalami kenaikan juga berdampak pada harga tiket pesawat, termasuk tujuan Jambi-Jakarta dan sebaliknya.

Maskapai penerbangan Lion Air misalnya, harga tiket terendah dari Rp 295 ribu menjadi Rp 335 ribu, atau naik sekitar Rp 40 ribu, sementara untuk harga tiket pesawat tertinggi dari Rp 1.120.400 menjadi Rp 1.127.000.

Hal ini diakui Manager Lion Air Jambi, Mardanus ketika ditemui di ruang kerjanya, di Bandara Sultan Thaha Jambi, Selasa (10/4/2012). “Pada prinsipnya kenaikan harga minyak dunia tidak bisa dihindari, makanya berpengaruh dengan harga tiket pesawat,” katanya.

Sejak kenaikan harga tiket pesawat diberlakukan pada 12 Maret lalu, ketersediaan harga tiket promo lebih banyak, yang tadi porsinya sekitar 30 hingga 40 persen bisa menjadi 50 persen.

“Semua itu tergantung pada momennya. Jika low season maka ketersediaan tiket promo lebih banyak, kalau momen peak season ketersediaannya sedikit,” ujar Mardanus.

Menurutnya saat ini merupakan momen low season, masih banyak tiket dengan harga promo. Dengan momen ini pula rata-rata lima kali jadwal penerbangannya itu, tingkat isian penumpang 90 persen. Menurutnya, pada Mei-Juli akan terjadi peak season karena bertepatan dengan masa liburan sekolah.

Manajer Batavia Air Jambi Suharyanto menuturkan, Batavia Air belum ada dampak dari kenaikan harga minyak dunia itu. Saat ini, harga tiket terendah masih sama dengan sebelumnya yaitu Rp 325 ribu dan harga tiket tertinggi Rp 1.175.400.

“Kita melihat kondisi dulu, sejauh ini masih bisa kita handle dengan harga avtur (bahan bakar pesawat) yang mengalami kenaikan,” tuturnya.

Disinggung apakah berdampak pada ketersediaan tiket promo akibat kenaikan avtur ini, Suharyanto menjelaskan ketersediaan tiket promo tergantung pada kondisinya dan juga melihat pesaing. Mereka melihat harga yang ditawarkan oleh pesaing.

Branch Manager Garuda Indonesia Jambi, Henny Nurcahyani mengakui kenaikan harga minyak dunia berpengaruh dengan harga avtur. Meski demikian, kenaikan itu masih bisa terokomodir.

“Untuk harga tiket tidak mengalami kenaikan di Garuda Indonesia, masih dengan harga lama yakni harga terendah Rp 600 ribuan untuk kelas ekonomi,” kata Henny.

sumber :
http://www.tribunnews.com/2012/04/11/maskapai-penerbangan-naikkan-harga-tiket-promo

Harga Tiket Pesawat Terbang di Berbagai Negara Naik

Metrotvnews.com, New York: Maskapai penerbangan menghadapi tahun yang sulit karena naiknya harga bahan bakar jet. Untuk menutup ongkos bahan bakar yang tinggi, maskapai-maskapai penerbangan menaikkan harga tiket bagi para penumpang. Salah seorang pengguna jasa penerbangan di Amerika mengatakan kenaikan ongkos pesawat terbang naik 5 sampai 10 persen dalam beberapa bulan terakhir.

Para analis industri penerbangan mengatakan harga tiket pesawat AS naik empat persen tahun ini. Harga tiket penerbangan internasional bahkan naik lebih besar lagi. Jeff Klee, seorang pemilik biro perjalanan online mengatakan, kondisi itu jelas mengancam bisnis wisata. “Kami melihat biaya tambahan untuk bahan bakar naik lebih dari US$400, dan itu pertanda tidak baik untuk masa liburan musim panas,” kata Klee.

Ia mengatakan orang harus membayar harga tiket pesawat yang lebih tinggi tahun ini karena maskapai-maskapai penerbangan berusaha menutup kerugian akibat harga bahan bakar yang terus merangkak naik. “Setiap kali harga minyak naik satu dolar, itu merugikan industri penerbangan US$1,6 miliar,” tambah Klee.

Bahan bakar jet merupakan biaya terbesar yang dikeluarkan maskapai maskapai penerbangan atau sekitar 35 sampai 40 persen biaya operasi. Selama ini harga tiket pesawat yang tinggi biasa terjadi ketika pelancong mulai bepergian ke tampat-tempat liburan. Namun, menurut George Hubica, pengamat tiket pesawat terbang, mengatakan tiket penerbangan bisa naik lebih dari 100 persen.

“Saya rasa konsumen akan melihat harga tiket yang belum pernah mereka lihat sejak lama. Konsumen harus berpikir lagi berapa harga tiket pesawat yang dianggap murah,” katanya.

Pebisnis yang sering bepergian dengan pesawat udara Ine Lormand khawatir dengan melambungnya harga tiket pesawat. Ia baru-baru ini membayar lebih dari US$1.000 untuk penerbangan dari Houston ke Detroit. “Harga akan terus naik dan akan menekan anggaran perjalanan saya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan,” keluhnya.

Maskapai penerbangan internasional Cathay Pacific mengalami penurunan keuntungan 61 persen tahun lalu akibat harga bahan bakar yang tinggi dan melemahnya ekonomi Tiongkok. Untuk menangkal biaya bahan bakar yang lebih tinggi, lebih banyak maskapai penerbangan membeli pesawat-pesawat baru yang hemat energi dan mencari jalan untuk menggunakan bahan bakar alternatif untuk mengurangi biaya.(MI/BEY)

sumber :

http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/03/23/86041/Harga-Tiket-Pesawat-Terbang-di-Berbagai-Negara-Naik/7

Citilink Fokus Bisnis Penerbangan Murah

pramugari citilink

JAKARTA – Potensi pasar penerbangan Indonesia, khususnya Low Cost Carrier (LLC), sangat besar, baik untuk jangka pendek maupun panjang. Wakil Presiden Citilink, Con Korfiatis mengatakan, meski pada awal kehadirannya LCC harus menerima pandangan yang skeptis, model LCC kini banyak bermunculan dan saling bersaing di dalam bisnis penerbangan.

Con mengemukakan, ada sejumlah alasan di balik persaingan itu. Pertama, selain kondisi perekonomian cenderung membaik, penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 240 juta merupakan peluang dan potensi yang menjanjikan,” jelasnya. Kedua, ada prediksi sebagian kalangan bahwa dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun mendatang akan terjadi peningkatan jumlah penduduk kelas menengah. Hal tersebut tentu saja menjanjikan jumlah penumpang LCC yang lebih besar dan lebih baik bagi industri wisata maupun bisnis.

Ketiga, Indonesia secara geografis dipisahkan oleh laut serta dataran tinggi. Kehadiran jasa transportasi udara menjadi amat penting. “Dibandingkan negara lain, Indonesia memberikan masa depan yang lebih menjanjikan bagi dunia penerbangan,” tegasnya.

Hal itu pula yang mendasari sejumlah maskapai besar untuk terjun ke bisnis penerbangan LCC. Tak terkecuali PT Garuda Indonesia, yang baru saja melakukan pemisahan unit usahanya (spin off) dengan Citilink. Ada pun latar belakang spin off tersebut adalah adanya peluang dan permintaan market yang cukup besar di tanah air yang membuat Citilink dapat berkembang sendiri sebagai LCC. “Bentuk bisnis LCC modern inilah yang harus digarap secara lebih serius dan intensif sesuai dengan karakter bisnis, nilai-nilai, dan budaya perusahaan yang berbeda dari legacy airline,” papar Con.

Pasca-spin off, Citilink memiliki beberapa target bisnis. “Yang utama adalah terus berupaya mengembangkan diri agar bisa menjangkau penumpang dan memberikan layanan yang lebih optimal,” imbuhnya. Selain itu, Citilink juga segera memperkenalkan citra baru (new brand story) yang akan dituangkan melalui corporate color baru Citilink (hijau), livery baru, logo baru, serta baju pramugari baru.

Untuk meningkatkan pelayanannya kepada konsumen, Citilink juga sudah dalam proses realisasi penambahan jumlah armada Airbus A320 hingga empat kali lipat, dari 5 menjadi 20 buah dari 2012 sampai 2013. Dari sisi total armada, akan ada penambahan 11 pesawat baru pada 2012 dan 10 pesawat lagi pada 2013.

Citilink juga akan menambah rute penerbangan baru ke Jogjakarta, Padang, dan Pekanbaru pada tahun ini. Tahun lalu, Citilink memiliki 30 penerbangan dalam sehari. “Sementara pada akhir tahun ini, kami menargetkan menjadi 125 penerbangan dalam sehari,” jelasnya. Tahun depan, Citilink berencana mengembangkan rute internasional.

Dari segi penumpang, Citilink mencatat ada 1,6 juta penumpang tahun lalu. Tahun ini, Citilink memasang target penumpang bisa mencapai 4 juta orang. “Ini adalah target yang agresif dan bisa jadi pertumbuhan yang cukup signifikan,” imbuhnya.

Bagaimana dengan strategi Citilink di tengah persaingan bisnis LCC yang ketat? Menurut Con, Citilink tetap optimistis. Sebab, lanjutnya, pasar di Indonesia masih belum mengenal dengan baik mengenai bentuk business LCC yang modern. “Salah satu hal yang membuat Citilink berbeda dari Low Cost Airlines lain adalah Citilink merupakan anak perusahaan PT Garuda Indonesia yang sudah memiliki reputasi dan standar yang baik. Kami juga selalu berupaya untuk memberikan sesuatu yang baru dan terbaik bagi publik,” jelasnya. (max)

sumber :

http://www.jpnn.com/read/2012/03/22/121570/Citilink-Fokus-Bisnis-Penerbangan-Murah-

Tiket Pesawat Melonjak Tajam

logo airlines indonesia

JAMBI – Meskipun harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan naik pada 1 April mendatang, tiket pesawat rute Jambi- Jakarta duluan naik. Kenaikan tarif masing-masing maskapai mencapai Rp. 20 ribu hingga Rp. 30 ribu.

Sore kemarin (Minggu, red), Lion Air dengan keberangkatan pukul 18.00 WIB, harga tiket mencapai Rp. 1,2 juta. Begitu juga dengan Garuda juga mencapai Rp. 1,2 juta.

Wendra, karyawan Gajah Mada Tour, kepada harian ini mengatakan, kenaikan tersebut sebagai antisipasi kenaikan BBM yang akan di tetapkan pemerintah 1 April mendatang.

Dikatakannya, harga tiket masing-masing Maskapai hari ini (Minggu, red). Untuk Lion Air dari Rp. 335 ribu hingga Rp 400 ribu, Sriwijaya, Rp. 335 hingga Rp 470 ribu, Batavia Rp. 335 Ribu hingga Rp. 400 ribu, Sedangkan garuda, dari Rp 300 hingga 1,2 juta.

“Meskipun ada kenaikan, tetapi untuk pembelian tiket di Gajah Mada tour tidak ada penurunan pelanngan. Di tempat kita masih standar,” ujarnya kepada harian ini saat di hubungi melalui via Ponselnya.

Sedangkan menurut Diva, Biro Jasa Angkasapura, tiket pesawat setiap maskapai masih standar saja.

“Kita lihat dari penumpang, kalau penumpangnya banyak, harga akan naik. Dan apabila mereka sudah memesan dari jauh-jauh hari, harga tiket pesawat akan murah,” ujarnya.

Sedangkan apabila penumpang akan membeli tiket pada saat mau berangkat, maka tiket tersebut akan mahal.

“Bahkan ada yang satu juta,” katanya.

Untuk harga tiket hari ini, dikatakan Diva, Lion Air Rp 863 ribu, Sriwijaya Rp 400 ribu, dan Batavia Rp. 400 ribu.

“Kenaikan itu di lihat dari kondisi juga,” katanya.

Sementara karyawan Tiketing Global Tour tidak menyebutkan berapa besaran kenaikan harga tiket pesawat pasca kenaikan harga BBM. dia hanya menyebutkan tiket naik. “Naik,” katanya pendek.

Akan tetapi, dia memberikan gambaran harga tiket pesawat di Global Tour, untuk harga tiket Lion Air, mulai dari Rp. 345 ribu hingga Rp. 1,2 juta, Sriwijaya Rp 420 ribu, Batavia Rp. 370 ribu.

“Untuk Lion yang harganya Satu juta dua ratus tersebut berangkat jam 18.00 WIB. Sedangkan untuk Sriwijaya tidak ada keberangkatan sore. Yang ada hanya tadi pagi. (Minggu, red),” ungkapnya

Tiket PNS Rp 2 Juta PP

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi pada tahun 2012 ini mulai memberlakukan pola atau metode pembiayaan tiket pesawat perjalanan dinas dengan model at cost. Hal tersebut dikatakan Kepala Biro Keuangan Setda Provinsi Jambi, Drs HM Rawi MSi, baru-baru ini.

“Kita menggunakan metode at cost untuk komponen biaya tiket perjalanan dinas pegawai negeri sipil (PNS) dan juga untuk anggota DPRD Provinsi Jambi,” katanya.

Penggunaan metode itu, kata Rawi sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 10 Tahun 2012, yang telah diterbitkan pada Senin, 13 Februari 2012. “Untuk komponen uang harian masih menggunakan pola lumpsum,“ katanya.

Dia juga menjelaskan, adapun dana maksimal yang bisa dikeluarkan untuk pembayaran dana transportasi ini untuk pergi pulang (PP) Jambi-Jakarta dan Jakarta-Jambi adalah Rp 2 juta.

Sementara itu, Kabag Anggaran Setda Provinsi Jambi, Drs Budiono mengatakan jika kombinasi pola at cost dan lumpsum dalam pembiayaan perjalanan dinas PNS dilingkup Pemprov Jambi sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Ini juga disarankan oleh Permendagri Nomor 22,” ujarnya.

Dijelaskannya, dengan pola pembiayaan perjalanan dinas menggunakan at cost ini membuat PNS benar-benar menjalankan tugas pokok dan fungsinya ketika menjalankan tugas ke luar daerah.

“Sekarang ini PNS tidak lagi bisa membawa take home pay dari perjalanan dinas,” tambah Budiono.

sumber :

http://www.jambiekspres.co.id/utama/21815-tiket-pesawat-melonjak-tajam.html

Waw.. !! Tiket Pesawat Naik Rp200 Ribu

tiketing pesawat

MAKASSAR, UPEKS–Isu tentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) awal April mendatang, ikut mempengaruhi harga tiket pesawat di berbagai travel dan beberapa maskapai penerbangan.

Seperti yang terjadi dengan harga tiket pesawat di sejumlah outlet penjualan tiket pesawat di Kota Makassar.

Menurut Presiden Direktur Hakata Tours & Travel, Putri Nurdin, saat ini telah terjadi kenaikan harga tiket di beberapa maskapai yang mencapai Rp200 ribuan. Pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga tiket tersebut, pasalnya belum ada informasi resmi terkait harga.

“Kami belum tahu apakah ini efek dari kabar kenaikan harga BBM atau memang harga minimum terbaru dari pihak airlines,” ujar Putri di Makassar, Jumat (11/3) kemarin.

Putri menyebutkan, kenaikan harga tiket pesawat tidak berpengaruh terhadap penjualan. Hal ini dilihat dari tingkat pemesanan tiket yang masih normal. Belakangan ini tiket dengan tujuan domestik seperti Bali dan Lombok mendominasi pemesanan. Sedang untuk tujuan internasional, kebanyakan ke Eropa dan Singapura.

Sementara itu, guna mengantisipasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan dicanangkan pemerintah pada April 2012, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) berencana melakukan penyesuaian harga tiket pesawat.” Tapi kisaran harga harga masih menunggu keputusan resmi dari pusat,” ujar General Manager Garuda Indonesia Makassar, Rismondari saat dikonfirmasi.

Menurutnya, dengan adanya rencana kenaikan harga BBM tersebut, perusahaan penerbangan pelat merah tersebut akan melakukan pembenahan agar cost atau ongkos operasional yang dikeluarkan perseroan tidak terlalu membengkak. Biasanya dampak dari kenaikan BBM dibebankan kepada harga tiket pesawat.

Sebelumnya, Direktur Utama GIAA Emirsyah Satar menyebutkan, dengan adanya kenaikan tersebut, pihaknya mengaku bahwa dari pihak manajemen sudah siap untuk menghadapi hal tersebut.

Dirut Lion Air Edward Sirait mengatakan, kenaikan tarif diatur Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pihaknya akan menunggu keputusan Kemenhub dan mengikuti apapun keputusan yang dikeluarkan. Saat ini, Kemenhub belum mengeluarkan kenaikan harga batas atas pesawat.

Edward menyatakan, sejak Desember 2011, harga avtur terus berubah-ubah. Hingga kini belum terlihat kapan harganya akan sta­bil. Bahkan, harga avtur bisa berubah tiap dua minggu.

“Sekarang harga minyak masih berubah-ubah. Nanti kalau harga­nya sudah stabil, baru (harga tiket) akan kita evaluasi. Ke­naikan harga avtur tentu menye­babkan naiknya beban biaya perusahaan,” ujar Edward.

Terpisah, Manager Lion Air, Mardanus mengatakan ketersediaan tiket promo masih terbuka lebar di Lion Air. Apalagi pada low season, pihaknya membuka seat promo dari 20 persen – 50 persen.

“Tergantung pada kondisinya, kalau permintaannya sedikit maka kuota tiket promo diperbanyak, kalau permintaannya banyak maka kuota tiket promonya sedikit,” ujarnya dan ia menyebutkan kalau tiket promo Lion Air Rp 295 ribu.

Memang saat ini, permintaan masih low. Maka untuk itu, ketersediaan seat promo masih banyak. Ketika disinggung soal rencana kenaikan BBM. Tidak pengaruh dengan pihaknya, karena kenaikan BBM bersubsidi.

sumber :

http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=82505

social

RSS artikel menarik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 132 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: