archives

Lion Air

This category contains 9 posts

Ayo, Bergabung di Lion Air Paspport Club

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN – Maskapai penerbangan Lion Air memanjakan penumpangnya melalui program Lion Air Passport Club.

“Banyak keuntungan yang bisa didapat oleh pemegang Lion Air Passport Club. Salah satunya informasi mengenai harga-harga promo Lion Air,” jelas Distrik Manajer Lion Air Cabang Balikpapan Suryal Bachtiar, (25/3/2012).

Keuntungan lainnya, lanjut Machtiar, penumpang bisa melakukan pemesanan tiket, menerima kabar-kabar terbaru dari Lion Air secara rutin, menikmati tarif promosi terkini, tawaran-tawaran khusus anggota, acara-acara spesial dan kompetisi-kompetisi yang diadakan oleh Lion Air.

“Pemegang kartu juga mendapat tambahan fasilitas bagasi, layanan prioritas saat chek in di bandara,” katanya.

Jika anda penumpang kelas ekonomi sekalipun, akan mendapat layanan prioritas untuk boarding dalam kelas ekonomi, bagasi penumpang juga mendapat prioritas hingga mendapatkan akses di private lounge.

Informasi lengkap mengenai Lion Passport Club, bisa diperoleh melalui website Lion Air, www.lionair.co.id/passportclub.aspx

sumber :

http://www.tribunnews.com/2012/03/25/ayo-bergabung-di-lion-air-paspport-club

Tiga Pilot Asing Lion Air Dikeroyok

pesawat lion air

TANGERANG-Diduga gara-gara salah paham, tiga pilot salah satu maskapai nasional yang berkewarganegaraan asing luka-luka karena dikeroyok sekelompok pemuda. Pemicunya, karena konflik soal waitress kafe, ketiga pemuda yang diduga mabuk tersinggung ditegur pilot asing tersebut.

Pengeroyokan itu menimpa pilot asing yang masing-masing bernama Warren A Lambell (warga negara Inggris), Bruno, berkewarganegaraan Portugal dan Michele asal Italia. Ketiganya roboh setelah dikeroyok dan dibacok 7 pria hanya karena berpangkal teguran. Peristiwa itu terjadi di Café Chise di kawasan Tamansari, Lippo Karawaci, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Minggu (18/3) pukul 03.00 dini hari. Akibat penganiayan tersebut, ketiga korban dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Siloam Karawaci, Tangerang guna mendapatkan pengobatan.

Ketiganya mengalami luka lebam akibat pukulan tangan dan sabetan senjata tajam di bagian punggung, tangan dan jari. Polisi yang mendapatkan laporan pembacokan 3 warga negara asing (WNA) itu bergerak cepat. Kurang dari 48 jam, polisi berhasil membekuk 6 dari 7 orang pelaku pengeroyokan. Mereka masing-masing berinisial Rs, 28; Cs, 24; Kr, 23; Dl, 26; Dd, 27 dan Gl, 24 berhasil diamankan.

Mereka dibekuk Satuan Reskrim Polres Kota Tangerang di beberapa lokasi terpisah. Satu orang lagi yakni At, 24, masih diburu polisi. Diduga kuat, pelaku yang buron pembacok pilot asing tersebut. ”Ketiga pilot asing yang dikeroyok itu bekerja di maskapai penerbangan Lion Air,” terang Kapolres Kota Tangerang Kombes Bambang Priyono kepada INDOPOS kemarin (19/3).

Dia juga mengatakan, beberapa pelaku dibekuk polisi di rumahnya, tempat kerja dan ada juga yang menyerahkan diri. ”Saat ini mereka (tujuh pelaku, Red) masih menjalani pemeriksaan intensif,” terangnya juga. Penelusuran INDOPOS, pengeroyokan di Café Chise itu diduga salah paham hanya karena teguran.

Saat itu, ada seorang wanita yang diduga waitress di café itu tengah melayani kelompok penyerang tengah kongkow-kongkow. Rupanya, salah satu pilot asing itu berusaha ramah dengan menegur perempuan tersebut. Tapi, teguran itu ditanggapi negatif pelaku yang kebetulan tengah mabuk berat. Apalagi, ketiga pilot itu menegur menggunakan bahasa Inggris.

Sedangkan, tujuh pemuda yang menyerang tidak mengerti bahasa asing. Akibatnya, timbul salah paham dan tiga pilot WNA itu langsung dikeroyok beramai-ramai. Bahkan, seorang pelaku mengeluarkan senjata tajam dan melukai tubuh ketiganya. Keributan itu sempat membuat pengunjung lain yang malam itu kebetulan cukup ramai berhamburan keluar dari tempat hiburan malam tersebut.

Setelah tiga pilot asing itu terkapar, para pelaku melarikan diri. Bambang membantah kalau pengeroyokan itu gara-gara rebutan cewek yang ada di kafe tersebut. ”Bukan rebutan wanita, cuma salah paham karena teguran. Satu kelompok tidak bisa berbahasa Inggris, sementara tiga pilot asing itu tidak bisa berbahasa Indonesia,” tegas kapolres juga.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang Kompol Shinto Silitonga menegaskan, diduga para pelaku yang dalam keadaan mabuk berat tersinggung saat ditegur tiga pilot asing yang bekerja di maskapai Lion Air tersebut. Padahal, di antara mereka tidak saling kenal. ”Salah satu pelaku ada yang menggunakan senjata tajam,” terang Shinto kepada INDOPOS kemarin.

Saat ini, polisi masih mencari masih mencari senjata tajam jenis pisau yang digunakan untuk menusuk salah satu korban. ”Kami tengah melacak keberadaan senjata tajam itu untuk bukti di persidangan. Pelaku yang menusuk dengan pisau juga masih buron. Saat ini, 6 pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif,” cetusnya juga. (gin)

sumber :

http://www.jpnn.com/read/2012/03/20/121225/Tiga-Pilot-Asing-Lion-Air-Dikeroyok-

Pesawat Lion Tujuan Makassar Terpaksa Landing di Denpasar

pesawat lion air

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR – Pesawat Lion Air JT 784 rute Jakarta-Makassar terpaksa mendarat darurat di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Kamis (15/3/2012), sekitar pukul 01.30 Wita.

Pesawat mendarat di Bandara Ngurah Rai karena cuaca buruk terjadi di langit Makassar dan membahayakan bagi penerbangan pesawat jenis Boeing 737-900ER itu.

Sepanjang hari, Makassar diguyur hujan disertai angin dengan kecepatan sekitar 35 kilometer per jam. Hujan masih mengguyur hingga, Kamis dini hari.

Pesawat ini dilaporkan menerbangkan hampir 200 penumpang tujuan Makassar.
“Cuaca buruk di Makassar membuat pesawat Lion Air JT 784 landing di Bali,” kata seorang penumpang La Ode Husain melalui pesan singkat yang dikirimkan ke Tribun.

sumber :

http://www.tribunnews.com/2012/03/15/pesawat-lion-tujuan-makassar-terpaksa-landing-di-denpasar

Lion Air mengincar pengusaha tambang

JAKARTA. Tak hanya fokus di penerbangan murah, PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) kini akan merambah di bisnis sewa pesawat mewah. Selasa, minggu lalu, Lion Air menuntaskan pembelian empat unit pesawat jet pribadi berjenis Hawker 900 XP senilai US$ 64 juta atau setara dengan Rp 576 miliar dengan kurs Rp 9.000 per dolar AS.

Presiden Direktur Lion Air Rusdi Kirana mengatakan, pesawat jet ini akan dipakai untuk mendukung bisnis sewa pesawat yang kemungkinan mulai berjalan bulan Juni nanti. “Kami akan melayani bisnis penyewaan jet pribadi untuk VIP (very important person). Dan kami buka call center 24 jam, bisa pesan 3 jam sebelum terbang,” tutur Rusdi.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait menambahkan, empat pesawat itu digunakan untuk diversifikasi bisnis yang menyasar para eksekutif, terutama perusahaan-perusahaan tambang. Menurut hitungan bisnis Edward, potensi sewa pesawat mewah sangat besar di Indonesia.

Untuk mempersiapkan masuk ke bisnis ini, Lion Air sudah mengadakan riset selama beberapa tahun terakhir. Hasilnya, permintaan penumpang di segmen premium pesawat jet pribadi terdapat peningkatan yang signifikan. “Berdasarkan data kami, trennya naik. Memang, angka dari kami lebih rendah dari angka Menteri Perhubungan, tetapi trennya sama, terus naik,” ujar Edward kepada KONTAN akhir pekan lalu di kantornya.

Ada dua dasar perhitungan riset Lion Air. Pertama, selama ini pusat pergerakan ekonomi di Indonesia terpusat di Sumatera dan Jawa. Sementara pulau Kalimantan dan Sulawesi merupakan dua pulau yang menjadi pusat pertambangan. Pergerakan ekonomi lambat laun akan meluas dan bergeser dari Sumatera dan Jawa ke Kalimantan dan Sulawesi. Salah satu pendukung utamanya adalah beratus-ratus perusahaan tambang yang kini tumbuh subur di Kalimantan dan Sulawesi.

Kedua, tak hanya Kalimantan dan Sulawesi, kepulauan di wilayah Indonesia Timur seperti Papua juga terdapat perusahaan-perusahaan tambang besar, contohnya PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Indonesia di Nusa Tenggara. “Eksekutif yang di perusahaan tambang itu kan kantor pusatnya tidak di tempat penambangan. Untuk urusan bisnis, kami menyediakan pesawat yang bisa sedia setiap saat untuk disewa,” tutur Edward.

Sayangnya, sampai kini Edward belum bisa memastikan berapa harga sekali sewa pesawat penerbangan tidak berjadwal ekslusif tersebut. Sebab, Lion Air masih perlu berhitung antara biaya operasional dan profit yang akan dikejar. “Tapi saya yakin, kalau US$ 20.000 bagi para eksekutif itu seperti peanut,” cetus Edward.

Selain para eksekutif perusahaan tambang, Lion Air juga mengincar musim-musim liburan para eksekutif pada umumnya. Di wilayah domestik, misalnya wilayah eksotis Rajaampat dan Wakatobi. Di luar negeri, Lion Air memperkirakan, pulau-pulau di sebelah timur Papua New Guinea serta di kepulauan Madagaskar atau tempat wisata di kawasan Thailand.

sumber :

http://industri.kontan.co.id/news/lion-air-mengincar-pengusaha-tambang

Lion Air Siap Buka Anak Usaha di Luar Negeri

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski sebelumnya menunda layanan full service, PT Lion Mentari Airlines tetap meneruskan rencana mendirikan maskapai di luar negeri. Setelah upaya mengakuisisi Berjaya Air Bhd (B-Air), maskapai milik Berjaya Vacation Club Berhad asal Malaysia yang gagal direalisasikan tahun lalu, Lion Air akan mencoba kembali tahun ini untuk membuka anak usaha baru di luar negeri.

Edward Sirait, Direktur Umum Lion, mengatakan, Malaysia masih menjadi target utama pendirian anak usaha di luar negeri. Menurutnya, Lion masih menunggu perubahan kebijakan Pemerintah Malaysia yang tidak mengizinkan maskapai asing membuka anak usaha di negara tersebut. “Namun, kami juga mengincar sejumlah negara potensial lain untuk mendirikan maskapai. Kami juga mengevaluasi beberapa negara lain,” kata Edward, Kamis (16/2/2012).

Targetnya, Lion akan mendirikan maskapai di segmen low cost carrier. Mereka sudah mendapatkan kepastian kontrak pesanan untuk 201 unit Boeing 737-MAX dan 29 unit Boeing NG 737-900ER dari The Boeing Company yang dibuat pada 18 November 2011 merupakan salah satu persiapan yang dibuat Lion untuk mendirikan maskapai di luar negeri. “Di Singapore Air Show 2012, kami juga akan menandatangani kontrak pinjaman sebesar 22,5 miliar dollar AS dari Bank Ekspor Impor Amerika Serikat (US Exim Bank) untuk mendanai pembelian pesawat tersebut,” terang Edward. Nilai kontrak pinjaman tersebut lebih besar dari nilai pemesanan 230 pesawat senilai 21,7 miliar dollar AS.

Sebelumnya, Lion Air telah mengajukan proposal untuk mengakuisisi 49 persen saham B-Air dan membentuk perusahaan bersama yang akan mengoperasikan dan mengembangkan B-Air. Untuk mengakuisisi saham tersebut, Lion harus menyediakan 49 juta ringgit atau setara Rp 139 miliar.

Dana yang diperoleh dari Lion sedianya akan digunakan perusahaan bersama untuk mendanai sebagian modal kerja dan pembelian aset. Pihak Berjaya Land sebelumnya menguasai 99,70 persen saham B-Air melalui Berjaya Vacation. Namun, karena terkendala peraturan pemerintah, proposal tersebut sampai saat ini masih ditolak B-Air.

Pada ajang Singapore Air Show tahun ini, Lion Air juga sudah memesan 27 pesawat Eropa ATR senilai 610 juta dollar AS. Pesawat-pesawat itu akan diintegrasikan ke unit Lion Air Wings Air. Pengiriman pesawat-pesawat tersebut dijadwalkan berlangsung hingga akhir 2015.

Pesawat-pesawat baru itu akan digunakan untuk mengembangkan rute-rute baru, terutama yang berangkat dari Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Setelah terkirim, pesawat-pesawat baru itu akan menjadikan grup Lion Air sebagai operator terbesar pesawat ATR di dunia, dengan total armada 60 pesawat yang terdiri dari 20 ATR 72-500 dan 40 ATR 72-600. (Ragil Nugroho/Kontan)

sumber :

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/02/17/06104069/Lion.Air.Siap.Buka.Anak.Usaha.di.Luar.Negeri

Lion Air Beli Empat Jet Hawker

Metrotvnews.com, Changi: PT Lion Mentari Airlines atau Lion Air resmi menandatangani pembelian empat pesawat jet Hawker 900 XP dari pabrikan pesawat Amerika Serikat, Hawker Beechcraft Interational Corporation. Pembelian sebagai langkah awal Lion buat mengembangkan bisnis usaha penerbanan pribadi dan perusahaan.

Penandatanganan pembelian empat Hawker 900 XP dilakukan Presiden Direktur Lion Air Rusdi Kirana dengan Daniel Keady, Vice Presiden Asia Pacific Hawker Beechcraft Interational Corporation di sela-sela Singapore Airshow 2012 di Changi Exbition, Changi, Singapura, Rabu (15/2).

Lion Air memilih Hawker 900 XP sebagai andalan penerbangan pribadi dan company. Burung besi ini dinilai pas karena cuma berkapasitas delapan penumpang, plus pilot dan ko-pilot serta seorang pramugari. Apalagi pesawat ini bisa digunakan untuk jarak dekat atau pun jauh.

Rusdi mengatakan, pembelian pesawat Hawker ini karena Lion Air melihat kepentingan penerbangan di Tanah Air terus meningkat. Akan makin banyak pebisnis yang memerlukan penerbangan tanpa harus mengikuti jam penerbangan reguler. Jadi setiap saat, dengan melalui kontrak sebelumnya, mereka bisa terbang kapan saja.

Rusdi meyakini pangsa pasar untuk jet pribadi ini sangat besar. Dia pun optimitis akan banyak perusahaan yang tertarik menggunakan jet Hawker 900XP.

Untuk tahap pertama, dua pesawat jet akan mulai didatangkan pada Mei 2012. Sedangkan dua sisanya didatangkan tahun 2013. Rusdi mengatakan, satu pesawat berbandrol US$ 15 juta.

Selain kontrak ini, sehari sebelumnya, Lion Air juga meneken perjanjian pembelian 210 pesawat 737 MAXs dan 29 pesawat 737-900ERs. Pembelian ini diharapkan bisa kelar hingga 2025 dengan nilai investasi US$ 22 miliar.(DSY)

sumber :

http://www.metrotvnews.com/ekonomi/news/2012/02/15/82037/Lion-Air-Beli-Empat-Jet-Hawker

Lion Air Pesan 27 Pesawat ATR-72

SINGAPURA, suaramerdeka.com – Setelah membeli dua pesawat jet Hawker 900 XP, Lion Air kembali memesan 27 pesawat baling-baling bermesin turbo jenis ATR-72 untuk anak usahanya, Wings Air.

Menurut Presiden Direktur Lion Air Rusdi Kirana, mengatakan ATR-71 yang dipesan nantinya tersebut akan digunakan untuk melayani rute hingga ke daerah terpencil di seluruh Indonesia.

“Pesanan untuk armada ini diperkirakan senilai US$ 610 juta atau setara Rp 5,49 triliun. Dengan pesanan baru ini, Lion memesan total 60 pesawat dari Franco, produsen pesawat asal Italia,” ujarnya seperti yang dikutip dari reuters, Kamis (15/2).

Sebelumnya, Franco sudah mengirim 16 pesawat dan sudah digunakan oleh maskapai penerbangan Swasta tersebut. Kerjasama tersebut disepakati tak lama setelah Lion memfinalisasi pesanan 230 Boeing dan dua Hawker Beechcraft untuk pesawat carter.

Sebelumnya Humas Lion Air Edward Sirait, mengatakan Lion sudah membeli dua pesawat jet buatan AS bermerek Hawker 900 XP di Singapura bertepatan dengan Singapore Airshow dengan harga US$ 64 juta atau Rp 576 miliar. Dalam perjanjian kontrak jual beli, sebenarnya disepakati pengadaan empat buah pesawat Hawker 900 XP, namun untuk dua pesawat lagi merupakan pengadaan opsi dan hanya dua yang sudah pasti.

Pesawat Hawker 900 XP yang akan diadakan, merupakan pesawat baru keluaran pabrik tahun 2012 adalah jenis Bisnis Jet (private jet) yang dapat mengangkut 11 orang termasuk awak pesawat. Pesawat ini digerakan oleh mesin twin turbofan engine type TFE731-50R yang mampu terbang selama 6 (enam) jam non stop dengan kebutuhan landasan yang tidak terlalu panjang,” tutur Edward.

Pengadaan pesawat dimaksudkan sebagai pengembangan usaha Lion Air untuk dapat melayani kebutuhan akan penerbangan khusus atau borongan (charter) terbatas.

sumber :

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/02/16/109696/Lion-Air-Pesan-27-Pesawat-ATR-72

Lion Air Juga Ingin Melantai

Lion Air Juga Ingin Melantai

Baca lebih lanjut

Lion Air

Lion Air

Baca lebih lanjut

social

RSS artikel menarik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 133 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: