archives

Citilink

This category contains 16 posts

Citilink siap membuka 8 rute baru domestik

Citilink siap membuka 8 rute baru domestik

Dok : kontan.co.id

LOMBOK. Citilink Indonesia berambisi memperkuat posisinya di pasar penerbangan berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC). Anak usaha Garuda Indonesia ini telah menyiapkan sederet rencana supaya bisa bersaing dengan pemain besar di segmen ini.

Baca lebih lanjut

Citilink Resmikan Kantor Baru

JAKARTA – Unit Usaha Strategis (SBU) PT Garuda Indonesia Tbk., Citilink, meresmikan kantor manajemen barunya di Slipi, Jakarta Barat, Rabu (25/4). Kantor itu menggunakan disain modern serta kombinasi warna hijau yang sesuai dengan warna dan tampilan baru Citilink.

“Kantor baru ini dirancang dengan desain interior komtemporer yang mewakili lingkungan kerja yang dinamis dan menyenangkan,” kata Vice President Citilink Indonesia, Con Korfiatis di sela pembukaan kantor baru, Rabu (25/4). Dalam kesempatan itu Citilink juga mengumumkan kantor cabang pemasarannya.

Kantor ini bertujuan untuk memudahkan dan memasilitasi pelanggan Citilink yang akan membeli tiket. Kantor baru itu sekaligus untuk mendukung kantor pemasaran lain yang sudah beroperasi lebih dulu di Gunung Sahari dan Terminal 1C Bandara Soekarno Hatta.

Menurut Con, peluncuran kantor baru ini adalah bagian dari program pembaruan merk Citilink dalam memasuki kompetisi bisnis low cost carrier (LCC). “Citilink berupaya menjadi pemain terhandal di bisnis LCC,” katanya.

Program penyegaran nama ini telah dijalankan Citilink sejak awal 2011. Program penyegaran nama ini telah meraih pengakuan dan dukungan dari industri penerbangan. (boy/jpnn)

sumber :

http://www.jpnn.com/read/2012/04/25/125437/Citilink-Resmikan-Kantor-Baru-

Citilink Bidik Terbangkan Empat Juta Penumpang

pesawat citilink

JAKARTA–MICOM: Unit bisnis penerbangan murah (low cost carrier/LCC) PT Garuda Indonesia Tbk, Citilink, menargetkan dapat menerbangkan hingga empat juta penumpang pada 2012.

SM Marketing and Communication Citilink Aristyo Kristandyo mengatakan, seiring dengan ekspansi penambahan sebanyak 11 pesawat dan 3 rute baru pada tahun ini, pihaknya optimistis jumlah penumpang dapat meningkat pesat dari angka 1,4 juta orang pada tahun lalu.

“Pasar penerbangan murah masih sangat besar. Karenanya, kami memasang target agresif. Apalagi jumlah pesawat kami pada September nanti akan bertambah menjadi 20 pesawat,” ujar Arisyto di Jakarta, Sabtu (24/3).

Ia mengungkapkan, untuk mencapai target tersebut, Citilink wajib berdiri menjadi maskapai penerbangan sendiri. Dalam memuluskan niat tersebut, beberapa waktu lalu induk usaha telah menggelontorkan dana mencapai Rp1,7 triliun, termasuk lima pesawat Boeing 737-300.

Pasalnya, agar bisa mendapatkan surat izin usaha angkutan udara/niaga berjadwal (SIUAU/NB), Citilink harus memenuhi syarat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, yaitu mengoperasikan minimal 10 pesawat dengan 5 di antaranya berstatus milik.

Saat ini, Citilink telah mengoperasikan 9 pesawat, terdiri atas 6 Boeing 737-300 dan 3 Airbus A320. Menurut rencana, tahun ini pihaknya akan mendatangkan sebanyak 10 pesawat tipe Airbus A320 untuk menunjang ekspansi. (Atp/OL-5)

sumber :
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/03/24/307843/21/2/Citilink-Bidik-Terbangkan-Empat-Juta-Penumpang

Citilink Buka Kembali Rute Balikpapan-Tarakan

pesawat citilink

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN – Citilink Airlines, anak perusahaan Garuda Indonesia, berencana membuka kembali rute Balikpapan-Tarakan.

“Sebelumnya kami sudah pernah melayani rute Balikpapan-Tarakan, tetapi karena ada kebijakan dari pusat, rute itu ditutup,” kata Distrik Manager Citilink, Balikpapan, Pramono (26/3/2012).

Menurutnya, kondisi bandara di Tarakan telah direnovasi sehingga menarik minat Citilink, terlebih lagi rute Balikpapan-Tarakan dianggap sebagai rute ‘gemuk’.

“Tarakan sekarang menjadi daerah yang berkembang dan menjadi rute ‘gemuk’ bagi maskapai-maskapai penerbangan,” ujarnya.

Saat ini Citilink masih menunggu penambahan armada pesawat untuk membuka kembali rute tersebut.
“Memang ada rencana untuk membuka rute ke Tarakan sambil menunggu kecukupan armada,” jelas Pramono.

Selain rute Balikpapan-Tarakan, Pramono menambahkan, pihaknya juga mengincar rute Balikpapan-Yogyakarta.

“Karena kota-kota tujuan wisata juga menjadi salah satu rute yang bisa meningkatkan revenue Citilink,” katanya.

sumber :
http://www.tribunnews.com/2012/03/26/citilink-buka-kembali-rute-balikpapan-tarakan

Sertifikat operasional Citilink ditargetkan April

pesawat citilink

JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menargetkan sertifikat operasional bagi Citilink terbit pada April 2012 mendatang. Target ini supaya rencana pemisahan (spin off) Citilink bisa sesuai rencana.

Direktur Keuangan GIAA Elisa Lumbantoruan mengatakan, proses sertifikasi operasional (Air Operator Certificate) Citilink sudah memasuki tahap keempat. Pada tahap ini, Kementerian Perhubungan akan memeriksa pesawat dan kesiapan kru.

“Proses AOC tahap keempat diperkirakan dapat selesai dalam tiga hingga empat minggu, sehingga kami menargetkan pada April 2012 AOC untuk Citilink bisa diterbitkan,” kata Elisa, akhir pekan lalu.

Citilink akan mengoperasikan lima pesawat milik sendiri dan lima pesawat sewa. Jumlah pesawat ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Sepanjang 2012 manajemen Garuda berencana mendatangkan 10 pesawat tambahan untuk Citilink, terdiri dari sembilan Airbus A320-200 dan satu unit Boeing 737-300. Sehingga total pesawat yang dioperasikan sampai akhir 2012 berjumlah 20 unit.

Untuk spin off Citilink, Garuda mengeluarkan dana sekitar Rp 1,8 triliun. Dana tersebut antara lain digunakan untuk modal disetor Rp 430 miliar dan pengadaan lima pesawat Boeing 737-300 milik Garuda yang digunakan Citilink.

Kemudian dana deposit sewa 23 pesawat Airbus A320 sebesar Rp 23 miliar, joining fee pilot sebesar Rp 25 miliar, biaya training tenaga kerja Rp 20 miliar, dan biaya training awak kabin sebesar Rp 50 juta per orang.

Garuda juga merencanakan Citilink menawarkan saham perdana (initial public offering/IPO) pada 2014 mendatang. Menurut Elisa, IPO Citilink ini bertujuan memperkuatn struktur permodalan setelah lepas dari Garuda.

Ke depannya, Garuda berharap Citilink mempunyai kinerja yang bagus sebelum IPO. Garuda menargetkan Citilink menghasilkan laba sebesar Rp 200 miliar pada 2013.

Salah satu caranya adalah dengan mengoperasikan lebih banyak Airbus A320 dan mengurangi pengoperasian Boeing 737-300 dan 737-400. “Sehingga Citilink dapat menghemat biaya operasional bahan bakar,” ujarnya.

Alasan berikutnya adalah segmen LCC yang dilayani Citilink, merupakan segmen dengan pangsa pasar tertinggi dibandingkan dengan maskapai yang melayani segmen medium services atau full services.

sumber :
http://industri.kontan.co.id/news/sertifikat-operasional-citilink-ditargetkan-april

Citilink Fokus Bisnis Penerbangan Murah

pramugari citilink

JAKARTA – Potensi pasar penerbangan Indonesia, khususnya Low Cost Carrier (LLC), sangat besar, baik untuk jangka pendek maupun panjang. Wakil Presiden Citilink, Con Korfiatis mengatakan, meski pada awal kehadirannya LCC harus menerima pandangan yang skeptis, model LCC kini banyak bermunculan dan saling bersaing di dalam bisnis penerbangan.

Con mengemukakan, ada sejumlah alasan di balik persaingan itu. Pertama, selain kondisi perekonomian cenderung membaik, penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 240 juta merupakan peluang dan potensi yang menjanjikan,” jelasnya. Kedua, ada prediksi sebagian kalangan bahwa dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun mendatang akan terjadi peningkatan jumlah penduduk kelas menengah. Hal tersebut tentu saja menjanjikan jumlah penumpang LCC yang lebih besar dan lebih baik bagi industri wisata maupun bisnis.

Ketiga, Indonesia secara geografis dipisahkan oleh laut serta dataran tinggi. Kehadiran jasa transportasi udara menjadi amat penting. “Dibandingkan negara lain, Indonesia memberikan masa depan yang lebih menjanjikan bagi dunia penerbangan,” tegasnya.

Hal itu pula yang mendasari sejumlah maskapai besar untuk terjun ke bisnis penerbangan LCC. Tak terkecuali PT Garuda Indonesia, yang baru saja melakukan pemisahan unit usahanya (spin off) dengan Citilink. Ada pun latar belakang spin off tersebut adalah adanya peluang dan permintaan market yang cukup besar di tanah air yang membuat Citilink dapat berkembang sendiri sebagai LCC. “Bentuk bisnis LCC modern inilah yang harus digarap secara lebih serius dan intensif sesuai dengan karakter bisnis, nilai-nilai, dan budaya perusahaan yang berbeda dari legacy airline,” papar Con.

Pasca-spin off, Citilink memiliki beberapa target bisnis. “Yang utama adalah terus berupaya mengembangkan diri agar bisa menjangkau penumpang dan memberikan layanan yang lebih optimal,” imbuhnya. Selain itu, Citilink juga segera memperkenalkan citra baru (new brand story) yang akan dituangkan melalui corporate color baru Citilink (hijau), livery baru, logo baru, serta baju pramugari baru.

Untuk meningkatkan pelayanannya kepada konsumen, Citilink juga sudah dalam proses realisasi penambahan jumlah armada Airbus A320 hingga empat kali lipat, dari 5 menjadi 20 buah dari 2012 sampai 2013. Dari sisi total armada, akan ada penambahan 11 pesawat baru pada 2012 dan 10 pesawat lagi pada 2013.

Citilink juga akan menambah rute penerbangan baru ke Jogjakarta, Padang, dan Pekanbaru pada tahun ini. Tahun lalu, Citilink memiliki 30 penerbangan dalam sehari. “Sementara pada akhir tahun ini, kami menargetkan menjadi 125 penerbangan dalam sehari,” jelasnya. Tahun depan, Citilink berencana mengembangkan rute internasional.

Dari segi penumpang, Citilink mencatat ada 1,6 juta penumpang tahun lalu. Tahun ini, Citilink memasang target penumpang bisa mencapai 4 juta orang. “Ini adalah target yang agresif dan bisa jadi pertumbuhan yang cukup signifikan,” imbuhnya.

Bagaimana dengan strategi Citilink di tengah persaingan bisnis LCC yang ketat? Menurut Con, Citilink tetap optimistis. Sebab, lanjutnya, pasar di Indonesia masih belum mengenal dengan baik mengenai bentuk business LCC yang modern. “Salah satu hal yang membuat Citilink berbeda dari Low Cost Airlines lain adalah Citilink merupakan anak perusahaan PT Garuda Indonesia yang sudah memiliki reputasi dan standar yang baik. Kami juga selalu berupaya untuk memberikan sesuatu yang baru dan terbaik bagi publik,” jelasnya. (max)

sumber :

http://www.jpnn.com/read/2012/03/22/121570/Citilink-Fokus-Bisnis-Penerbangan-Murah-

Citilink Tawarkan Tiket Murah Rp159.000

pesawat citilink

VIVAnews – Citilink, unit usaha strategis PT Garuda Indonesia Tbk untuk jasa penerbangan berbiaya murah, mengumumkan harga promosi terbaru.

Citilink Marketing & Communication, Aristo Kristandyo menuturkan, dalam program promonya Citilink menawarkan harga tiket mulai dari Rp159 ribu untuk semua rute yakni Jakarta, Denpasar, Surabaya, Balikpapan, Banjarmasin, Medan dan Batam dengan frekuensi harian.

“25 ribu kursi telah tersedia dengan harga awal serendah ini,” kata dia dalam keterangan pers yang diterima VIVAnews di Jakarta, Jumat 16 Maret 2012.

Dia menambahkan, harga itu berlaku untuk pembelian melalui online di www.citilink.co.id mulai 12 Maret hingga 18 Maret 2012 dan untuk keberangkatan perjalanan mulai 1 April – 30 April 2012.

“Karena terbatasnya kursi penerbangan, calon penumpang dihimbau memesan tiket lebih awal,” tutur Aristo.

Sebagai tambahan, Aristo melanjutkan, dari harga promo tersebut, Citilink akan terus menyediakan harga hemat lainnya untuk tiket pesawat ke berbagai tujuan selama setahun penuh.

Seperti diketahui, sejak Agustus 2011, Citilink meluncurkan strategi pembaruan nama sebagai upaya mereka untuk menuai pengakuan dan reputasi sebagai jasa penerbangan berbiaya murah kelas dunia, membuatnya menjadi maskapai paling terdepan di Indonesia.

Citilink meraih penghargaan Maskapai Berbiaya Rendah Terunggul 2011/2012 pada 11 November 2011 di dalam Indonesia Travel and Tourism Award (ITTA), sebuah penghargaan yang berbasis pada survey public secara online serta penghargaan Kampanye Pemasaran Terbaik di The Budgies and Travel Awards 2012. (ren)

sumber :

http://bisnis.vivanews.com/news/read/296712-citilink-tawarkan-tiket-murah-rp159-ribu

Asyik! Citilink Obral Harga Murah

pesawat citilink

Ada kabar baik untuk Anda yang berniat liburan ke luar kota menggunakan pesawat. Citilink memberikan harga murah mulai Rp 159.000, untuk semua rute penerbangan Citilink. Promo ini berlaku untuk penerbangan 1-30 April 2012. Mau?

Citilink memberikan promo harga murah untuk Anda yang berniat bepergian ke luar kota di Indonesia. Mulai harga Rp 159.000, Anda sudah bisa duduk dan menikmati pelayanan citilink ke semua rute perjalannya. Rute tersebut meliputi Jakarta, Denpasar, Surabaya, Balikpapan, Banjarmasin, Medan dan Batam.

Dari rilis yang diterima detikTravel, Kamis (15/3/2012), harga promo ini berlaku hanya untuk pembelian tiket online di situs resmi Citilink www.citilink.co.id mulai tanggal 12-18 Maret 2012. Promo ini juga hanya berlaku untuk penerbangan mulai 1-30 April 2012.

Untuk memuaskan para pelanggan, Citilink telah menyediakan 25.000 kursi pada harga promo rendah ini. Segera pesan tiket agar tidak kehabisan.

Selain promo harga tersebut, Citilink juga akan menyelenggarakan pameran lokal di tiga kota, yaitu Makassar, Balikpapan dan Banjarmasin pada 14-18 Maret 2012. Untuk Makassar, Anda bisa mendatangi Mal Panakkukang, tepatnya di koridor utama U1-K gedung B, depan Optik Seis. Nah, untuk Anda yang berada di Balikpapan, bisa datang langsung ke The Plaza Balikpapan, Sky Deck Area, lantai 1. Banjarmasin, pameran akan digelar di Duta Mal Banjarmasin, lantai 1, CS area depan Hypermart.

Pameran ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian promo Citilink untuk mempromosikan kampanye “Fun Trip Can Be Yours”. Diharapkan melalui pameran ini, para pelanggan Citilink bisa mendapatkan segala informasi mengenai Citilink, mulai dari rute perjalanan hingga cara pemesanan tiket.

Untuk informasi lebih lanjut, langsung klik saja www.citilink.co.id, atau dengan mengunjungi Twitter Citilink di @citilink.

sumber :

http://travel.detik.com/read/2012/03/15/191418/1868632/1025/asyik-citilink-obral-harga-murah?9933011024

Citilink Akan Perbanyak Rute

BALIKPAPAN – Dalam waktu dekat ini Citilink akan menjadi sebuah perusahaan penerbangan mandiri. Citilink yang dahulu adalah bagian dari struktur organisasi Strategi Bisnis Unit (SBU) Garuda Indonesia kini akan benar-benar menjadi sebuah perusahaan penerbangan yang utuh.

Chief of Representative Officer (CRO) Citilink Cabang Balikpapan Redemtus Pramono mengatakan ada beberapa faktor penunjang yang membuat Citilink menjadi suatu penerbangan yang utuh. “Kita (Citilink, Red) telah berkembang dari segi armada. Selain itu, kita juga di-support oleh Garuda dari segi penumpang, dan juga marketnya share penumpang kita juga semakin tinggi. Garuda juga mendukung Citilink untuk menjadi PT sendiri,” ungkapnya.

Perlu diketahui, Citilink telah menjadi perseroan terbatas (PT) secara akta perusahaan sudah sejak lama, yakni sejak tahun 2008. “Cuma kami belum mendapatkan Surat Izin Usaha Pengangkutan Penerbangan (SIUPP). Baru-baru saja SIUPP diberikan ke kami oleh Menteri Perhubungan,” terangnya.

Setelah mendapatkan SIUPP, proses yang harus ditempuh oleh Citilink untuk dapat berdiri sendiri adalah harus memiliki Air Operator Certificate-nya (AOC), yang proses pengurusan menunggu sekira 90 hari atau 3 bulan setelah SIUPP dikeluarkan. “SIUPP baru keluar bulan Februari tahun ini. Jadi untuk mendapatkan AOC, kita harus menunggu 3 bulan ke depan,” katanya.

Setelah AOC keluar, maka Citilink baru akan menjadi perusahaan penerbangan yang utuh. Citilink tidak benar-benar keluar dari Garuda, akan tetapi masih berada di bawah naungan Garuda Group. “Kita enggak lepas banget, tapi kita masih dalam berada di bawah Grup Garuda,” ujarnya.

Menurutnya, dengan berdiri sendirinya Citilink ini membuat masyarakat menjadi banyak pilihan untuk menggunakan jasa angkutan penerbangan. “Masyarakat sekarang tinggal memilih untuk, ada Citilink dan Garuda Indonesia,” tukasnya.

Dulu, paradigmanya masyarakat menganggap Garuda adalah segmentasi menengah ke atas, sedangkan Citilink untuk segmentasi menengah ke bawah. “Cuma saat ini segmentasinya hampir sama, tapi mayoritas masih banyak yang menganggap seperti itu,” sebutnya.

Untuk armada, Citilink akan fokus pada penebalan rute atau frekuensi penerbangan dimana Citilink yang Low Cost Carrier (LCC). “Sekarang kita fokus pada penebalan rute, karena Citilink yang LCC lebih efektif untuk rute domestik dan regional di Asia Tenggara,” paparnya.

Nantinya Citilink akan mengubah jadwal penerbangan terkait adanya penebalan rute atau frekuensi penerbangan, yang dulunya penerbangan Balikpapan-Surabaya 3 kali dan Balikpapan-Jakarta 2 kali akan berubah pada bulan April nanti. “Kami akan menambah 1 penerbangan ke Surabaya dan 1 penerbangan ke Jakarta jadi totalnya melayani 7 kali rute penerbangan,” imbuhnya.

Penebalan, rute atau frekuensi penerbangan menurutnya juga tergantung dari ketersediaan armada Citilink. “Kami sudah purpose rutenya, kini ada pengembangan untuk penerbangan keluar negeri, Red), yakni Kuala Lumpur dan Singapura. Sedangkan untuk penerbangan domestik akan melayani penerbangan ke Tarakan, Yogyakarta, Ujung Pandang (Makassar) dan Manado,” tambahnya.

Hingga akhir tahun 2012 mendatang, pihak Citilink akan menargetkan jumlah armadanya secara nasional mencapai 20 unit. “Total armada dari Citilink yang sekarang berjumlah 8 unit,” bebernya.

Setya Budhi, General Manager Garuda Balikpapan, saat dikonfirmasi mengenai hal ini tidak banyak berkomentar. Menurutnya dari segi kelas antara Garuda dan Citilink berbeda. “Garuda adalah Full service dan Citilink adalah Low Cost Carrier,” tandasnya. (*/rkp/lhl)

sumber :

http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=127968

Garuda ‘Sapih’ Citilink, Terbang Mandiri Juli

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU—Maskapai Citilink akan segera beroperasi secara mandiri pada pertengahan tahun ini. “Kami akan menjadikan Citilink sebagai penerbangan bertarif rendah yang akan beroperasi secara mandiri pada pertengahan tahun 2012 ini,” kata Senior General Manager Garuda Indonesia Area Indonesia Barat, Suranto, saat pembukaan “Garuda Indonesia Travel Fair di Pekanbaru.

Citilink merupakan anak perusahaan dari PT Garuda Indonesia. Untuk menunjang kemandirian Citilink, lanjutnya, pihak manajemen akan menambah armada pesawat Airbus 320.

Menurut dia, Citilink akan mendapatkan 10 unit pesawat A320 pada tahun ini. Hal itu termasuk dalam rencana penambahan pesawat manajemen Garuda pada tahun ini yang akan menerima sebanyak 21 pesawat, diantaranya empat unit Boeing 737-800NG, dua unit A330-200, dan lima unit Sub-100 seater. “Berkaitan dengan hal ini, pada sore hari nanti kami akan melaksanakan peresmian penggunaan pesawat A330-200 yang baru tiba dari pabriknya di Toulouse dan Boeing 737-800NG yang juga baru tiba dari pabriknya di Seattle, serta memperkenalkan pesawat A320 Citilink dengan ‘new livery’ yang menandai era baru Citilink,” ujarnya.

Menurut analisis CAPA (Centre for Asia Pacific Aviation), pada 2015 mendatang, pangsa pasar Citilink akan menjadi sebesar 20 persen. Pada tahun 2011 jumlah penumpang Citilink sebesar 1,6 juta orang. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 42 persen dibanding jumlah penumpang pada tahun sebelumnya.

sumber :

http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/bisnis/12/02/24/lzw0jy-garuda-sapih-citilink-terbang-mandiri-juli

social

RSS artikel menarik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 133 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: